Satu Sekolah, Tiga Gerakan, Sejuta Inspirasi: Literasi Terpadu SMP Negeri 2 Nguter
![]() |
| ( Dokumentasi Siswa Saat Pembagian Jurnal Literasi ) |
SEMAKIN BERMAKNA DENGAN LITERASI
Program Literasi Terpadu SMP Negeri 2 Nguter
SMP Negeri 2 Nguter terus berkomitmen membangun budaya literasi sebagai bagian penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berpengetahuan, religius, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu. Melalui program literasi terpadu yang dilaksanakan secara rutin setiap hari sekolah, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Program literasi terpadu SMP Negeri 2 Nguter dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu selama 10–15 menit sebelum pembelajaran pada jam pertama dimulai. Dengan durasi yang singkat namun dilakukan secara konsisten, sekolah berupaya menjadikan aktivitas literasi sebagai budaya dan kebiasaan positif seluruh peserta didik.
Program tersebut dikemas dalam tiga kegiatan utama, yaitu LENTERA HUSNA, GERBANG ILMU, dan GEMA AL-QUR'AN.
1. Senin dan Selasa – LENTERA HUSNA
LENTERA HUSNA (Literasi Terpadu Asmaul Husna) merupakan kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Selasa selama 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama dimulai.
Kegiatan ini mengajak seluruh peserta didik untuk mengenal, membaca, menghayati, dan memahami makna Asmaul Husna. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menghafalkan nama-nama Allah Swt., tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta berusaha menerapkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
2. Rabu dan Kamis – GERBANG ILMU
GERBANG ILMU (Gerakan Berkunjung dan Membaca untuk Generasi Unggul) merupakan program literasi yang dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis selama 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama dimulai.
Pada kegiatan ini, peserta didik diarahkan untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Peserta didik membaca buku sesuai dengan minat dan kebutuhannya, kemudian membuat resume atau catatan hasil bacaan.
GERBANG ILMU diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai “rumah ilmu” yang menyenangkan sekaligus membentuk generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, kritis dalam berpikir, dan mampu belajar secara mandiri.
3. Jumat dan Sabtu – GEMA AL-QUR'AN
GEMA AL-QUR'AN (Gerakan Membaca Al-Qur'an) dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu selama 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama dimulai.
Kegiatan ini mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan membaca Al-Qur'an secara rutin. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Jurnal Kegiatan Literasi Siswa
Sebagai bentuk dokumentasi dan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan, setiap peserta didik diwajibkan menuliskan hasil kegiatan literasinya pada Jurnal Kegiatan Literasi yang telah disediakan oleh sekolah.
Jurnal tersebut menjadi catatan perkembangan literasi masing-masing peserta didik. Melalui jurnal ini, siswa dapat mencatat kegiatan yang telah dilakukan, bahan atau buku yang dibaca, inti atau hasil literasi, serta refleksi atau nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
Dengan adanya jurnal, kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dilanjutkan dengan proses menulis, memahami, merefleksikan, dan mendokumentasikan apa yang telah dipelajari oleh peserta didik.
Jurnal kegiatan literasi juga menjadi salah satu instrumen bagi sekolah dan guru untuk melihat konsistensi serta perkembangan budaya literasi setiap siswa.
Literasi Berbasis Point dan Monitoring Guru Wali
Program literasi SMP Negeri 2 Nguter dikembangkan dengan menggunakan sistem berbasis point. Setiap aktivitas literasi peserta didik akan mendapatkan pencatatan point berdasarkan indikator yang telah ditentukan oleh sekolah.
Point tersebut menjadi bagian dari proses monitoring perkembangan literasi siswa. Guru wali masing-masing siswa memiliki peran penting dalam melakukan monitoring, pendampingan, dan pencatatan perkembangan kegiatan literasi peserta didik.
Melalui sistem ini, sekolah dapat melihat bukan hanya siapa yang rajin membaca, tetapi juga bagaimana konsistensi, kedisiplinan, tanggung jawab, keaktifan, dan kualitas hasil literasi yang dilakukan oleh peserta didik.
Dengan demikian, program literasi diharapkan dapat berjalan secara terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
Reward bagi Siswa Berprestasi
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, program literasi SMP Negeri 2 Nguter ke depannya akan memberikan reward atau penghargaan kepada peserta didik yang menunjukkan prestasi dan konsistensi dalam kegiatan literasi.
Penghargaan dapat diberikan kepada siswa yang memiliki pencapaian point terbaik, paling konsisten mengikuti kegiatan, aktif membaca, memiliki jurnal literasi yang baik, menunjukkan perkembangan positif, maupun memiliki prestasi lain yang berkaitan dengan kegiatan literasi.
Pemberian reward bukan semata-mata untuk menciptakan persaingan antar siswa, tetapi sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha, kedisiplinan, dan semangat peserta didik dalam membangun kebiasaan literasi.
Dengan adanya sistem point, monitoring wali kelas, jurnal kegiatan, serta reward, sekolah berharap peserta didik memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mengikuti program secara konsisten.
Tiga Gerakan, Satu Tujuan
Ketiga program tersebut dirancang menjadi satu kesatuan dalam membangun budaya literasi di SMP Negeri 2 Nguter.
| Hari | Program | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Senin | LENTERA HUSNA | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
| Selasa | LENTERA HUSNA | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
| Rabu | GERBANG ILMU | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
| Kamis | GERBANG ILMU | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
| Jumat | GEMA AL-QUR'AN | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
| Sabtu | GEMA AL-QUR'AN | 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama |
Setelah kegiatan literasi selesai, peserta didik mengisi Jurnal Kegiatan Literasi, kemudian kegiatan tersebut dimonitor oleh guru wali kelas melalui sistem point yang telah disiapkan sekolah.
Dengan pola tersebut, setiap hari sekolah menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman literasi yang berbeda namun saling melengkapi. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai proses membangun karakter, pengetahuan, spiritualitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecakapan hidup.
Pernyataan Kepala SMP Negeri 2 Nguter
Ibu Sri Purwaningsih, S.Psi., M.Si., selaku Kepala SMP Negeri 2 Nguter, menyampaikan bahwa program literasi terpadu merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam membangun kebiasaan positif peserta didik.
“Kami ingin budaya literasi di SMP Negeri 2 Nguter tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi mampu menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik. Melalui LENTERA HUSNA, GERBANG ILMU, dan GEMA AL-QUR'AN, kami berupaya menghadirkan literasi yang seimbang antara penguatan nilai keagamaan, pengembangan wawasan, dan pembentukan karakter. Adanya jurnal kegiatan, sistem point, monitoring wali kelas, serta reward bagi siswa berprestasi diharapkan dapat membuat program ini berjalan secara konsisten dan memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus meningkatkan budaya literasinya.”
Pernyataan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Sementara itu, Ibu Sri Mulyani, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menegaskan bahwa program literasi terpadu menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
“Literasi merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan. Pembiasaan selama 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama dimulai merupakan waktu yang sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Jurnal kegiatan literasi menjadi bukti sekaligus sarana refleksi atas kegiatan yang dilakukan siswa, sedangkan sistem point dan monitoring wali kelas membantu sekolah memantau perkembangan setiap peserta didik. Ke depan, pemberian reward diharapkan dapat menjadi motivasi agar siswa semakin aktif, disiplin, dan bersemangat dalam mengikuti program literasi.”
Membangun Generasi SPEROTER yang Berliterasi
Melalui LENTERA HUSNA, GERBANG ILMU, dan GEMA AL-QUR'AN, SMP Negeri 2 Nguter berupaya menghadirkan budaya literasi yang dilakukan secara konsisten, terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Program yang dilaksanakan 10–15 menit sebelum pembelajaran jam pertama dimulai, dilengkapi dengan Jurnal Kegiatan Literasi, sistem point, monitoring wali kelas, dan reward bagi siswa berprestasi, diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, dekat dengan Al-Qur'an, gemar membaca, memiliki wawasan luas, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Karena bagi SMP Negeri 2 Nguter:
“Literasi bukan sekadar membaca, tetapi sebuah gerakan untuk membuka jendela ilmu, menyalakan cahaya iman, membangun karakter, dan menyiapkan generasi unggul untuk masa depan.”
SMP NEGERI 2 NGUTER
LENTERA HUSNA • GERBANG ILMU • GEMA AL-QUR'AN
Dununging Siswa Utami

.jpeg)

0 Response to "Satu Sekolah, Tiga Gerakan, Sejuta Inspirasi: Literasi Terpadu SMP Negeri 2 Nguter"
Posting Komentar