PENYERAHAN PIALA BERGILIR PROGRAM SIKELAS (SISTEM KEBERSIHAN KELAS)

 

SIKELAS SMP Negeri 2 Nguter: Membangun Budaya Bersih, Disiplin, dan Peduli Lingkungan

Nguter, 3 Agustus 2026 – SMP Negeri 2 Nguter terus berkomitmen mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan kondusif melalui program SIKELAS (Sistem Kebersihan Kelas). Program ini merupakan salah satu inovasi sekolah dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh peserta didik.

Berbeda dengan kegiatan kebersihan yang bersifat insidental, SIKELAS dilaksanakan secara berkelanjutan. Penilaian kebersihan dilakukan setiap hari oleh tim penilai berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, meliputi kebersihan lantai, kerapian meja dan kursi, kebersihan papan tulis, ventilasi dan jendela, tempat sampah, taman kelas, hingga penataan perlengkapan belajar. Dengan sistem penilaian harian, setiap kelas didorong untuk menjaga kebersihan secara konsisten, bukan hanya ketika akan dilakukan pemeriksaan.

Akumulasi hasil penilaian selama satu minggu kemudian diumumkan pada setiap hari Senin setelah pelaksanaan Upacara Bendera. Pengumuman ini menjadi momen yang dinantikan oleh seluruh warga sekolah karena selain memberikan apresiasi kepada kelas terbaik, juga menjadi motivasi bagi kelas lainnya untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan ruang belajar.

Pada pengumuman pekan ini, kelas IX A berhasil meraih predikat sebagai Kelas Terbersih dalam Program SIKELAS. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh peserta didik kelas IX A yang secara konsisten menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kelas setiap hari.

Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari peran aktif wali kelas, Ibu Sunarni, S.Pd., yang senantiasa memberikan pembinaan, motivasi, dan teladan kepada peserta didik dalam membangun budaya disiplin serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan kelas. Sinergi yang baik antara wali kelas dan peserta didik menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ruang belajar yang bersih, sehat, dan menyenangkan.


(Dokumentasi Kepala Sekolah, Wali kelas IXA, Siswa IXA)


Kepala SMP Negeri 2 Nguter menyampaikan apresiasi kepada kelas IX A atas capaian yang diraih serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta didik dan guru yang telah mendukung pelaksanaan Program SIKELAS. Beliau berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh kelas untuk terus membudayakan perilaku hidup bersih dan menjaga lingkungan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warga sekolah.

Program SIKELAS tidak semata-mata bertujuan mencari kelas terbaik, melainkan menjadi media pembelajaran karakter. Melalui pembiasaan menjaga kebersihan setiap hari, peserta didik belajar bahwa lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepedulian, tanggung jawab, dan gotong royong tumbuh melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

SMP Negeri 2 Nguter percaya bahwa lingkungan belajar yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, meningkatkan semangat belajar, serta mendukung terbentuknya peserta didik yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Oleh karena itu, Program SIKELAS akan terus dilaksanakan sebagai salah satu program unggulan sekolah dalam mendukung terwujudnya budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.

Selamat kepada Kelas IX A atas prestasi sebagai Juara SIKELAS Minggu Ke-1 Bulan Agustus 2026. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan menjadi motivasi bagi seluruh kelas di SMP Negeri 2 Nguter untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

"Sekolah yang hebat dimulai dari kelas yang bersih. Kelas yang bersih lahir dari kepedulian, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh warganya."



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "PENYERAHAN PIALA BERGILIR PROGRAM SIKELAS (SISTEM KEBERSIHAN KELAS)"

  1. Selamat untuk kelas IXA

    BalasHapus
  2. Makasih anak2 untuk kerja kerasnya, semoga hidup bersih menjadi sebuah kebiasaan , jadi budaya dan kebutuhan.
    menjadi yang terbaik di first moment itu luar biasa , apalagi sampai 2 kali berturut2, mimggu ke-3 kita kalah tipis hanya 4 point, kita juga memberi kesempatan kelas lain jadi yang terbaik. pesen bu Sun jangan pernah jadi yang terburuk...1

    BalasHapus